HALLO PRESIDEN – Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pengendara motor yang melakukan pengejaran kakek berinisial WH (89) yang dituduh maling di Pulogadung, Jakarta Timur.
Diketahui, aksi ini berujung pengeroyokan dan menewaskan pria lansia tersebut.
“Sudah, semua sudah kita panggil, sudah kita periksa sebenarnya.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Cuma penyidik kan enggak ekspose saja setiap kita panggil orang. Gitu kan,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan saat dikonfirmasi, Minggu 6 Februari 2022.
Menurut Zulpan, penyidik masih terus mendalami kasus hingga penelusuran tersangka baru hasil pemeriksaan penyidik. Tentunya dibutuhkan dua alat bukti atas penetapan status tersebut oleh polisi.
“Nanti kalau hasil pemeriksaan ini ada kaitan, artinya dua alat bukti memenuhi unsur ya, baru ditetapkan tersangka, baru kita ekspose.”
“Tapi kan berjalannya kasus ini, diperiksa itu enggak kita sampaikan semua ke publik,” tuturnya.
Baca Juga:
Tejas Networks terpilih untuk proyek perluasan jaringan 4G di Asia Selatan
Safari Ramadan Musim Mas Group, Berbagi Bantuan dan Harapan bagi Ribuan Penerima Manfaat
Zulpan mengatakan, ada puluhan pengendara motor berikut yang berboncengan dalam peristiwa main hakim sendiri tersebut.
Hanya saja, tidak semua melakukan aksi pengeroyokan terhadap kakek berusia 89 tahun tersebut.
“Kan yang ikut mukul enggak semua orang motor 30 lebih itu kan.”
“Kan nggak semuanya ikut mukul, karena bapak itu kan sudah tua, dipukul oleh dua tersangka sudah jatuh itu kan,” jelasnya.
Baca Juga:
“Ada dua tersangka, pertama yang mukul di pinggang itu tiga kali pukul sama dua kali di dagu, tumbang dia.”
“Jatuh terus diinjak-injak sama pelaku lain terus meninggal,” sambungnya.
Sebelumnya, polisi kembali menetapkan satu orang sebagai tersangka baru terkait kasus pengeroyokan kakek Wiyanto Halim.
Kali ini, pelaku diketahui berinisial F dengan peran merusak mobil saat insiden terjadi.***















