Wamenhan Ajak Bangsa-Bangsa Di Dunia Untuk Berkolaborasi Atasi Isu Keamanan Global

hallo presiden

- Pewarta

Senin, 30 Oktober 2023 - 15:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

[ad_1]

Wamenhan Ajak Bangsa-Bangsa Di Dunia Untuk Berkolaborasi Atasi Isu Keamanan Global

Senin, 30 Oktober 2023

Beijing – Wakil Menteri Pertahanan RI M. Herindra, mengajak negara-negara di berbagai belahan dunia untuk bersatu dalam kerja sama yang kolaboratif guna menangani berbagai persoalan keamanan global yang berpotensi semakin memanas.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seruan tersebut disampaikan Wamenhan saat secara langsung membacakan naskah pidato dari Menhan RI, Prabowo Subianto, dalam the first plenary session di Xiangshan Forum pada Senin, (30/11). Menhan Prabowo sendiri berhalangan hadir karena tugas-tugas kenegaraan.

“Pertama-tama, izinkan saya menyampaikan permintaan maaf dari Bapak Menhan kami, Pak Prabowo Subianto, karena tidak bisa hadir secara langsung hari ini, karena Beliau memiliki tugas-tugas kenegaraan yang tidak dapat ditinggalkan,” ujar Wamenhan M. Herindra saat mengawali pidatonya.

Turut hadir menjadi pembicara pada the first plenary session ini adalah Menhan Rusia, Deputy Prime Minister of Cambodia, Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Brazil, Sekjen ASEAN, dan Deputy Sekjen Shanghai Cooperatioan Organization.

Melanjutkan pembacaan naskah pidato tersebut, Wamenhan berkata: “Masing-masing dari kita mempunyai tugas bersama untuk saling mendukung, terutama ketika masa-masa sulit. Di saat menghadapi tantangan atau kesulitan, prinsip persatuan dan kolaborasi akan menghantar kita pada perbedaan dalam melihat sebuah masalah atau konflik. Ketika kita bersatu, kita menciptakan lingkungan yang mendukung dan penuh harapan, yang memungkinkan kemajuan dan memastikan suasana damai,” demikian Wamenhan.

“Di dunia yang saling terhubung saat ini, tidak ada negara yang bisa berjalan sendiri. Tantangan – seperti ancaman dunia maya, sengketa wilayah, dan krisis kesehatan global – berdampak pada kita semua dan tidak melihat lagi batas negara. Untuk mengatasi permasalahan ini, kolaborasi dan upaya kolektif sangatlah penting. Bahkan negara terkuat sekalipun tidak dapat mengatasi permasalahan ini sendirian,” ujar Wamenhan.

Wamenhan menguraikan bahwa negara-negara besar dan kuat secara militer, ekonomi, dan diplomasi, akan sangat mempengaruhi panggung pergerakan dunia; namun hal ini tidak berarti bahwa negara-negara yang berkembang tidak memiliki kontribusi yang besar pada pergerakan roda dunia; sebaliknya, kolaborasi dari berbagai skala kekuatan negara-negara ini harus berjalan selaras dengan prinsip-prinisp Hukum Internasional yang menghargai semangat kedaulatan dan independensi.

Turut hadir juga dalam event ini adalah Menteri Pertahanan dari sejumlah negara, termasuk Papua New Guinea, Nigeria, Singapura dan lainnya. Selanjutnya, Wamenhan mengajak negara-negara di dunia untuk memformulasikan sebuah kolaborasi ekonomi guna menciptakan keberhasilan jejaring rantai pasok dunia. Hal ini akan menciptakan “interdependensi antarnegara yang kelak akan menjadi solusi bagi perang dagang dan konflik berbasis ekonomi.”

“Dengan terciptanya mekanisme kerja sama ekonomi yang kolaboratif ini, niscaya kita tengah mewujudkan stabilitas keamanan regional dan global,” ujar Wamenhan.

“Sebagai penutup, kami menyerukan kepada semua negara, terutama negara-negara yang memiliki pengaruh signifikan, untuk menjunjung dan memperjuangkan nilai-nilai ini. Hanya dengan bekerja sama, kita dapat mewujudkan visi dunia yang damai dan kooperatif. Masing-masing dari kita mempunyai peran dalam membangun masa depan yang harmonis dan aman,” demikian Wamenhan M. Herindra saat mengakhiri pidatonya. (Biro Humas Setjen Kemhan)

[ad_2]

Berita Terkait

Reshuffle Kabinet Merah Putih: Jokowi Tak Ikut Campur dengan Keputusan Prabowo
Skandal Migas Pertamina, Riza Chalid Jadi Buron Internasional
SBY Sakit di RSPAD: Pesan Keseimbangan dari Sang Pelukis Tangan Kiri
Skandal Kredit Sritex: Tiga Tersangka, 72 Mobil Disita, dan Kerugian Negara Meningkat
Lawatan Prabowo ke Arab Saudi Tandai Era Baru Kolaborasi Energi dan Investasi
Nadiem Makarim Jalani Pemeriksaan 12 Jam Terkait Kasus Pengadaan Chromebook Rp9,9 Triliun
Laptop Rp9,9 Triliun: Nadiem Diperiksa Kejagung Senin Depan
Terkait Ijazah Jokowi, UGM Tanggapi Gugatan Rp69 Triliun yang Dialamatkan kepada Universitas Tertua Itu

Berita Terkait

Senin, 15 September 2025 - 07:01 WIB

Reshuffle Kabinet Merah Putih: Jokowi Tak Ikut Campur dengan Keputusan Prabowo

Kamis, 31 Juli 2025 - 11:25 WIB

Skandal Migas Pertamina, Riza Chalid Jadi Buron Internasional

Senin, 21 Juli 2025 - 09:15 WIB

SBY Sakit di RSPAD: Pesan Keseimbangan dari Sang Pelukis Tangan Kiri

Rabu, 9 Juli 2025 - 08:21 WIB

Skandal Kredit Sritex: Tiga Tersangka, 72 Mobil Disita, dan Kerugian Negara Meningkat

Rabu, 2 Juli 2025 - 09:13 WIB

Lawatan Prabowo ke Arab Saudi Tandai Era Baru Kolaborasi Energi dan Investasi

Berita Terbaru