Sekretariat Kabinet Republik Indonesia | Deputi Administrasi Setkab Ajak Penerjemah Pemerintah Sukseskan KTT AIS Forum 2023

hallo presiden

- Pewarta

Selasa, 10 Oktober 2023 - 17:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Para peserta pembukaan Diklat Teknis Penerjemahan Lisan Angkatan IV, Selasa (10/10/2023) pagi, secara daring. (Foto: Humas Setkab/Jay)

Deputi Bidang Administrasi (Demin), Sekretariat Kabinet (Setkab), Faried Utomo mengajak para penerjemah pemerintah untuk menyukseskan berbagai ajang internasional yang digelar di tanah air. Salah satu ajang tersebut adalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Archipelagic and Island States (AIS) Forum Tahun 2023 yang berlangsung di Bali pada 10-11 Oktober ini.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal tersebut disampaikan oleh Faried dalam sambutan tertulisnya pada Pembukaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Teknis Penerjemahan Lisan Angkatan IV, Selasa (10/10/2023) pagi.

“Dalam konteks hubunganantar negara, saat ini Indonesia sudah dipercaya menjadi tuan rumah berbagai acara internasional, seperti KTT G20 Tahun 2022, KTT ASEAN ke-42 dan ke-43, dan KTT AIS di tahun 2023 ini, dan tahun 2024 mendatang Indonesia akan menjadi tuan rumah World Water Forum ke-10 di Bandung. Oleh karena itulah, diperlukan dukungan dari semua pihak untuk menyukseskan kegiatan berskala internasional tersebut, di antaranya adalah peran penerjemah lisan,” ujar Faried, dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Pusat Pembinaan Penerjemah (Pusbinter) Sri Wahyu Utami.

Demin pun mengarisbawahi peran penerjemah sebagai penyambung lisan yang dapat memperlancar komunikasi dan mempererat hubungan antarnegara. Selain itu, Demin juga menekankan pentingnya seorang penerjemah lisan untuk memiliki pemahaman mendalam tentang bahasa sumber dan bahasa  termasuk tata bahasa, budaya, dan konteks sosial.

“Penerjemah yang kurang mempunyai pengetahuan tentang budaya suatu daerah atau negara tertentu, akan menghasilkan penerjemahan yang kurang berkualitas dan kurang akurat,” imbuhnya.

Sebagai instansi pembina jabatan fungsional penerjemah, kata Faried, Setkab melalui Pusbinter selalu berupaya untuk meningkatkan kemampuan para penerjemah pemerintah melalui berbagai pendidikan dan pelatihan.

Salah satu diklat yang dilaksanakan adalah diklat teknis penerjemahan lisan dasar yang berisikan teori dan praktik penerjemahan lisan konsekutif, simultan, dan jarak jauh. Faried mengatakan, teknis penerjemahan lisan dasar ini merupakan fondasi bagi para penerjemah.

“Setelah diklat teknis penerjemahan lisan, diharapkan penerjemah tetap mengikuti diklat penerjemahan lisan tingkat lanjutan yang lebih memfokuskan kepada praktik penerjemahan yang menggunakan interpreting simultan, sehingga penerjemah siap melaksanakan penugasan di berbagai konferensi internasional,” tandasnya.

Diklat Teknis Penerjemahan Lisan Angkatan VI ini menghadirkan narasumber, yaitu Amelia Lemondhi, praktisi penerjemahan serta Inanti Pinintakasih Diran, akademisi dari Lembaga Bahasa Internasional (LBI), Universitas Indonesia.

Selain para peserta diklat, pembukaan yang berlangsung secara daring tersebut juga diikuti, antara lain, oleh Inspektur Setkab Muhammad Irwandi, Kepala Biro Akuntabilitas dan Reformasi Birokrasi (AKRB) Mita Apriyanti, dan Direktur LBI UI Usmi. (TGH/UN)

Berita Terkait

Reshuffle Kabinet Merah Putih: Jokowi Tak Ikut Campur dengan Keputusan Prabowo
Skandal Migas Pertamina, Riza Chalid Jadi Buron Internasional
SBY Sakit di RSPAD: Pesan Keseimbangan dari Sang Pelukis Tangan Kiri
Skandal Kredit Sritex: Tiga Tersangka, 72 Mobil Disita, dan Kerugian Negara Meningkat
Lawatan Prabowo ke Arab Saudi Tandai Era Baru Kolaborasi Energi dan Investasi
Nadiem Makarim Jalani Pemeriksaan 12 Jam Terkait Kasus Pengadaan Chromebook Rp9,9 Triliun
Laptop Rp9,9 Triliun: Nadiem Diperiksa Kejagung Senin Depan
Terkait Ijazah Jokowi, UGM Tanggapi Gugatan Rp69 Triliun yang Dialamatkan kepada Universitas Tertua Itu

Berita Terkait

Senin, 15 September 2025 - 07:01 WIB

Reshuffle Kabinet Merah Putih: Jokowi Tak Ikut Campur dengan Keputusan Prabowo

Kamis, 31 Juli 2025 - 11:25 WIB

Skandal Migas Pertamina, Riza Chalid Jadi Buron Internasional

Senin, 21 Juli 2025 - 09:15 WIB

SBY Sakit di RSPAD: Pesan Keseimbangan dari Sang Pelukis Tangan Kiri

Rabu, 9 Juli 2025 - 08:21 WIB

Skandal Kredit Sritex: Tiga Tersangka, 72 Mobil Disita, dan Kerugian Negara Meningkat

Rabu, 2 Juli 2025 - 09:13 WIB

Lawatan Prabowo ke Arab Saudi Tandai Era Baru Kolaborasi Energi dan Investasi

Berita Terbaru