Sekretariat Kabinet Republik Indonesia | Presiden Minta Menhub Evaluasi Transportasi di Cekungan Bandung

hallo presiden

- Pewarta

Kamis, 3 Agustus 2023 - 14:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas (ratas) yang membahas mengenai transportasi terpadu di kawasan kota besar, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (03/08/2023). Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, dalam keterangan pers usai ratas, mengungkapkan bahwa Presiden meminta pihaknya mengkaji rencana transportasi terpadu di cekungan Bandung.

“Tadi kami ditugaskan oleh Pak Presiden untuk melakukan evaluasi terhadap cekungan Bandung atau Bandung metropolitan, dan kami diberikan waktu satu bulan untuk melaksanakan,” ujar Menhub.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menhub mengatakan, setidaknya terdapat tiga moda transportasi massal yang disiapkan untuk melayani masyarakat di kawasan cekungan Bandung, yaitu lintas raya terpadu (LRT), Bandung rapid transit (BRT), dan kereta gantung.

“BRT ini tahun 2027 selesai, ada 455 bus yang dioperasikan. Selain itu, usulan Pak Gubernur adalah kereta gantung di tempat-tempat yang ada di ketinggian,” ujarnya.

Menhub mengatakan, anggaran untuk pembangunan transportasi massal tersebut berasal dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta swasta melalui kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

“Akan disepakati usulan dari daerah dan dari pusat, tentu juga kemampuan fiskal kita, sehingga kita bisa merencanakan kereta api utara-selatan, timur-barat itu kapan, berapa. Lalu BRT itu 2027 sudah oke, dan untuk kereta gantung kita akan mulai bertahap. Insyaallah selain kita menggunakan kereta gantung dari negara-negara maju,” ujarnya.

Selain Bandung, ujar Menhub, pemerintah juga merencanakan pembangunan moda transportasi terpadu di wilayah-wilayah prioritas lainnya.

“Kota-kota besar yang menjadi prioritas, yaitu selain Jakarta, Bandung, Medan Semarang, Surabaya, dan Makassar. Kementerian Perhubungan bersama Bappenas sedang menginisiasi satu loan berkaitan dengan Medan dan Bandung dari World Bank, dan dari Jerman untuk Semarang dan Surabaya. Kita harapkan itu bisa menjadi suatu pendanaan yang lebih baik,” ujarnya.

 

Berita Terkait

Reshuffle Kabinet Merah Putih: Jokowi Tak Ikut Campur dengan Keputusan Prabowo
Skandal Migas Pertamina, Riza Chalid Jadi Buron Internasional
SBY Sakit di RSPAD: Pesan Keseimbangan dari Sang Pelukis Tangan Kiri
Skandal Kredit Sritex: Tiga Tersangka, 72 Mobil Disita, dan Kerugian Negara Meningkat
Lawatan Prabowo ke Arab Saudi Tandai Era Baru Kolaborasi Energi dan Investasi
Nadiem Makarim Jalani Pemeriksaan 12 Jam Terkait Kasus Pengadaan Chromebook Rp9,9 Triliun
Laptop Rp9,9 Triliun: Nadiem Diperiksa Kejagung Senin Depan
Terkait Ijazah Jokowi, UGM Tanggapi Gugatan Rp69 Triliun yang Dialamatkan kepada Universitas Tertua Itu

Berita Terkait

Senin, 15 September 2025 - 07:01 WIB

Reshuffle Kabinet Merah Putih: Jokowi Tak Ikut Campur dengan Keputusan Prabowo

Kamis, 31 Juli 2025 - 11:25 WIB

Skandal Migas Pertamina, Riza Chalid Jadi Buron Internasional

Senin, 21 Juli 2025 - 09:15 WIB

SBY Sakit di RSPAD: Pesan Keseimbangan dari Sang Pelukis Tangan Kiri

Rabu, 9 Juli 2025 - 08:21 WIB

Skandal Kredit Sritex: Tiga Tersangka, 72 Mobil Disita, dan Kerugian Negara Meningkat

Rabu, 2 Juli 2025 - 09:13 WIB

Lawatan Prabowo ke Arab Saudi Tandai Era Baru Kolaborasi Energi dan Investasi

Berita Terbaru