Perpanjangan Masa Waktu Vaksin Kedaluwarsa Bakal Timbulkan Masalah Baru

- Pewarta

Senin, 14 Maret 2022 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Vaksin Covid 19. (Pexels.com/ Nataliya Vaitkevich)

Vaksin Covid 19. (Pexels.com/ Nataliya Vaitkevich)

HALLO PRESIDEN – Negeri ini sepertinya berantakan. Baru baru ini berita di media online Republika cukup lucu tetapi membuat hati trenyuh.

Di mana vaksin yang sudah “expired date” akan didiskusikan dengan pakar untuk kemungkinan diperpanjang masa lakunya. Weleh.

Rupanya sekarang ini musimnya mundur-munduran setelah ramai kemarin soal pemilu yang diusulkan untuk ditunda oleh tiga Ketum Partai yaitu PKB, PAN, dan Golkar.

Meski partai politik lain tidak sejalan tetapi usulan ini membuat heboh. Menko Luhut dan Presiden dikait-kaitan dengan ajuan penundaan tersebut.

Presiden yang akan kedaluwarsa pada tahun 2024 diwacanakan diperpanjang.

Presiden sendiri ambigu menyikapinya di satu sisi akan taat Konstitusi, artinya akan patuh pada masa jabatan hanya dua periode.

Di lain sisi justru menyatakan tidak bisa melarang usulan tersebut karena menurutnya hal itu adalah bagian dari dinamika demokrasi. Mungkin demokrasi terpimpin.

Kemungkinan perpanjangan masa berlaku vaksin Covid 19 ini disampaikan oleh Jubir Satgas Penanganan Covid 19 Wiku Adisasmito.

Hal ini dimaksudkan agar sisa stock vaksin yang ada tidak terbuang sia-sia. Ada sekitar 18 juta stock vaksin.

Menurutnya perpanjangan itu dilakukan dengan hati-hati dan melibatkan para pakar.

Meski hasil telaahan dan kehati-hatian akan tetapi fenomena perpanjangan masa berlaku vaksin yang telah kedaluwarsa adalah menarik dan mungkin mengejutkan.

Memunculkan kekhawatiran publik akan dampak yang diakibatkannya.

Jangankan kedaluwarsa yang masih dalam tenggat waktu saja masih terdengar adanya dampak itu.

Menurut Ketua Tim Riset Uji Klinis Covid 19 dampak penyuntikan vaksin kedaluwarsa adalah dapat mengurangi sensitivitas vaksin.

Sehingga antibodi yang terbentuk menjadi rendah, bahkan vaksin Sinovac tidak membentuk antibodi sama sekali.

Ahli lain menyebut dampak negatif tergantung pada kondisi tubuh seseorang.

Mungkin pihak Kemenkes memiliki berbagai alasan terhadap perpanjangan kedaluwarsa vaksin termasuk agar jutaan stock tidak terbuang sia-sia.

Akan tetapi semestinya perhitungan jumlah, alokasi, dan mekanisme penyuntikan harus diperhitungkan dengan tepat.

Termasuk risiko untuk membuang sisa stock vaksin yang telah kedaluwarsa.

Aspek prinsipil disini juga terkait masalah “perlindungan konsumen” dimana konsumen sama sekali tidak mengetahui suatu vaksin itu kedaluwarsa atau tidak.

Ketika aspek ekonomi bisnis dan politik menjadi pertimbangan dari suatu kebijakan, maka biasanya selalu menimbulkan masalah.

Perpanjangan masa waktu vaksin kedaluwarsa pun bakal menimbulkan masalah.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Begitu juga masa berlaku Presiden yang akan diperpanjang setelah “expire date” atau kedaluwarsa dipastikan akan menimbulkan masalah konstitusional.

Demi menjaga dan melindungi kesehatan apapun jika masa laku sudah habis atau kedaluwarsa maka kita tidak perlu ragu-ragu lagi untuk tidak menggunakan atau membuangnya.

Apakah itu Vaksin maupun Presiden.

Opini: M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Berita Terkait

Polda Metro Jaya Masih Periksa Beberapa Ahli, Penyidikan Terhadap Aiman Witjaksono Terus Berjalan
Workshop LSP Microfinance: Transformasi Menuju Peningkatan Kapasitas SDM
Wulan Guritno Gugat Mantan Pacar Sabda Ahessa ke PN Jakarta Selatan, Begini Duduk Perkaranya
Promosi Video Youtube di Portal Berita? BISA, Hanya dengan Budget Rp500 Ribu Bisa Langsung Tayang di Sini
Siap Menangkan Prabowo – Gibran, Berikut Susunan Tim Kampanye Koalisi Indonesia Maju yang Super Lengkap
KABAR BAIK UNTUK EMITEN: Publikasi Press Release Serentak di 10 Portal Berita Ekonomi Bisnis Hanya Rp3 Juta
DIJUAL MEDIA ONLINE: Nama Domain yang Cantik dengan Harga Super Menarik, dan Media Masih Berjalan
Jasasiaranpers.com Kolaborasi dengan Portal Berita, Dukung Press Release Serentak dan Press Release Setiap Hari
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 10 Juli 2024 - 20:28 WIB

Konvensi Nasional RSKKNI: Peran BNSP dalam Standar Kompetensi untuk Perlindungan Konsumen yang Lebih Baik

Sabtu, 6 Juli 2024 - 19:25 WIB

Pelantikan DPW PROPAMI Jambi Raya: OJK Jambi Apresiasi Inisiatif Baru dalam Edukasi Keuangan

Sabtu, 6 Juli 2024 - 13:32 WIB

Dukung Penguatan Ekosistem Gula Nasional, Bapanas Menjaga Harga yang Baik di Tingkat Produsen

Kamis, 4 Juli 2024 - 10:47 WIB

Proyeksi IHSG dalam 12 Bulan ke Depan: Optimisme Investor Tetap Kuat dengan Target Penguatan Hingga Level 7412

Selasa, 18 Juni 2024 - 14:05 WIB

Perum Bulog Optimistis Bisa Serap Sebanyak Lebih dari 900 Ribu Ton Setara Beras pada Tahun 2024 Ini

Selasa, 11 Juni 2024 - 07:29 WIB

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Perum Bulog Akan Akuisisi Sumber Beras dari Kamboja

Minggu, 9 Juni 2024 - 22:57 WIB

LSP Perikanan Hias Indonesia Resmi Berdiri: Meningkatkan Kualitas dan Kompetensi SDM untuk Pasar Internasional

Jumat, 31 Mei 2024 - 04:09 WIB

Prakonvensi RSKKNI Pembiayaan OJK: Memastikan SDM Keuangan Siap Hadapi Tantangan Global

Berita Terbaru