Hindari Polemik, Pernyataan KASAD Jenderal Dudung Abdurachman Tidak Perlu Dipersoalkan

- Pewarta

Kamis, 10 Februari 2022 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal Dudung Abdurachman. (Instagram.com/@dudung_abdurachman)

Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal Dudung Abdurachman. (Instagram.com/@dudung_abdurachman)

HALLO PRESIDEN – Ustaz Haikal Hassan alias Babe Haikal meminta semua pihak tidak mudah memberikan sembarang tafsir terhadap ucapan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal Dudung Abdurachman tentang “Tuhan kita bukan orang Arab”.

Hal ini untuk menghindari polemik yang dapat menimbulkan perpecahan karena kesalahan memberikan tafsir terkait ucapan Dudung tersebut.

“Yang paling tahu soal maksud ucapannya adalah pak Dudung sendiri. Ente tidak boleh mantafsirkan sesuai persepsi ente. Bahaya timbul perpecahan.”

“Timbul persepsi karena setiap orang isi kepalanya beda, antum mentafsirkan orang,” ujar Babe Haikal.

Dalam sebuah pengajian dia menjawab seorang peserta bertanya apa pendapat babe Haikal tentang ucapan pak Dudung, Selasa 8 Februari 2022

Menurut Haikal, apa yang disampaikan Dudung saat menjadi bintang tamu ‘Deddy Corbuzier Podcast’, Rabu 1 Desember 2021 tersebut, harus dibaca dan dipahami secara utuh.

“Yang paling tahu itu adalah pak Dudung sendiri. Kalau antum tafsirkan sesuai pikiran antum sendiri maka akhirnya kita menjustifikasi pendapat orang, begitu,” katanya.

Dia menegaskan tidak boleh ada yang menjustifikasi terhadap pemikiran orang, termasuk Jenderal Dudung. Persepsi, pemikiran dan pemahaman setiap orang terhadap suatu persoalan tentu berbeda satu sama lain.

“Jadi bagaimana maksudnya, silakan dibuka, dibrowsing, apa yang beliau katakan. Ternyata oh itu pamahamannya. Ini biarkanlah ijtihad beliau.”

“Antum tidak boleh menghukumkan orang dengan pikiran sendiri dari pendapatnya orang itu. Itu tidak profesional dan tidak pada tempatnya.”

“Di luar dari pada itu semua, setiap orang itu punya ijtihad masing-masing untuk melindungi negara,” tegas Babe Haikal.

Peserta yang bertanya yang tidak ketahui namanya itu kembali menanyakan maksud ijtihad bela negara, dan babe Haikal mengibaratkan seseorang yang menjaga rumahnya dari maling.

“Andaikata ada maling yang merampok dan membunuh tuan rumah dalam menjaga hartanya, tuan rumah tersebut dalam Islam matinya mendapat pahala syahid. Betul?”, tanyanya.

“Nh, itu hanya 300 meter ukuran rumah anda, Nah.. bagaimana TNI yang menjaga kedaulatan NKRI dari Aceh sampai papua? Coba fikirkan ini saudaraku.”

“Antum gak sanggup menjaga seluas itu, nah beban itu ada pada TNI. Jadi yang dilakukannya adalah ijtihad nya, tegas babe dalam video yang beredar tersebut.”

Ketua Rekat Indonesia Raya, Eka Gumilar menyampaikan hal yang sama.

Dia menyarankan pihak-pihak yang mempesolkan ucapan Dudung sebaiknya diawali dengan tabayun terlebih dahulu.

Tabayun untuk mengetahui maksud dan tujuan apa yang disampaikan jenderal TNI bintang 4 itu

“Menurut saya, akan lebih bijak kita lihat tujuannya, tidak hanya fokus kepada kesalahannya.”

“Bukankah pak Dudung menyampaikan beliau ketika berdoa dalam bahasa indonesia, doanya doa kebaikan ingin menolong orang lain.”

“Mungkin cara penyampaian pak Dudung dapat menimbulkan salah tafsir, tapi jangan lupa dilihat tujuannya beliau juga baik. Yang salah itu kalau kita tidak pernah berdoa,” ucap Eka.

“Tiang penyangga negara ini ya TNI dan Ulama. Kalau keduanya gak harmonis, bahaya bangsa ini,” tegas Eka.***

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Berita Terkait

Promosi Video Youtube di Portal Berita? BISA, Hanya dengan Budget Rp500 Ribu Bisa Langsung Tayang di Sini
Siap Menangkan Prabowo – Gibran, Berikut Susunan Tim Kampanye Koalisi Indonesia Maju yang Super Lengkap
KABAR BAIK UNTUK EMITEN: Publikasi Press Release Serentak di 10 Portal Berita Ekonomi Bisnis Hanya Rp3 Juta
DIJUAL MEDIA ONLINE: Nama Domain yang Cantik dengan Harga Super Menarik, dan Media Masih Berjalan
Jasasiaranpers.com Kolaborasi dengan Portal Berita, Dukung Press Release Serentak dan Press Release Setiap Hari
TARIF IKLAN dan BIAYA PUBLIKASI di Jaringan Portal Berita Fokus Siber Media Network dan Media Online Ini
Kelola Lebih dari 50 Media Online, FSMN Layani Jasa Content Placement dan Publikasi Press Release
The Electoral: Solusi Efektif dan Profesional untuk Kampanye Caleg di Pemilihan Umum 2024
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Jumat, 16 Februari 2024 - 17:13 WIB

Termasuk dari Poĺitisi PDIP, Gibran Rakabuming Raka Akui Terima Ucapan Selamat dari Sejumlah Pihak

Kamis, 15 Februari 2024 - 14:05 WIB

Nyatakan Siap Perkuat Hubungan Bilateral, Perdana Menteri Ceko Beri Ucapan Selamat kepada Prabowo – Gibran

Kamis, 15 Februari 2024 - 10:25 WIB

Prabowo Subianto Pidato Usai Unggul dalam Berbagai Quick Count: Kemenangan Satu Putaran Patut Disyukuri

Kamis, 15 Februari 2024 - 07:54 WIB

Prabowo – Gibran Unggul Sementara Berdasarkan Quick Count Sejumlah Lembaga Survei Terkemuka

Rabu, 14 Februari 2024 - 16:53 WIB

Apakah Bobby Jadi Pindah ke Istana? Ini Jawaban Prabowo Subianto Soal Nasib Kucing Kesayangannya

Senin, 12 Februari 2024 - 14:06 WIB

Tanggapi Beredarnya Film Dokumenter ‘Dirty Vote’, TKN Prabowo – Gibran: Tujuannya untuk Degradasi Pemilu 2024

Sabtu, 10 Februari 2024 - 09:37 WIB

Momen Capres Prabowo Subianto Mohon Izin ke Kiai, Sebelum Joget di Panggung di Sidoarjo, Jawa Timur

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:11 WIB

Sanksi DKPP Terhadap Para Pimpinan KPU Tak Berdampak Apapun kepada Pasangan Prabowo – Gibran

Berita Terbaru