HALLOPRESIDEN.COM – Menteri Keuangan Sri Mulyani menggelar pertemuan dengan Sekretaris Jenderal OECD, Mathias Cormann.
Keduanya membahas proses aksesi Indonesia menjadi anggota penuh OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development).
Dan juga beberapa topik lain terkait kerja sama Indonesia dengan OECD.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya sampaikan apresiasi atas dukungan Mathias dan seluruh negara anggota OECD terhadap aksesi Indonesia.”
“Dukungan ini penting dalam melanjutkan proses keanggotaan penuh Indonesia.”
“Selain itu, aksesi ini merupakan wujud komitmen Indonesia dalam meningkatkan peranannya untuk terus aktif berkontribusi dalam skala global.”
Baca artikel lainnya di sini : Lebih dari 3 Bulan Firli Bahuri Jadi Tersangka tapi Tak Ditahan, Akhirnya MAKI Gugat Polda Metro Jaya
Baca Juga:
Strategi Menata Ulang Ritme Kerja dan Kehidupan Pribadi Tanpa Mengorbankan Kesehatan Mental
Strategi Mengelola Waktu untuk Pekerja Sibuk Agar Hidup Lebih Seimbang
“Sejalan dengan visi pembangunan Indonesia Emas 2045,” ujar Sri Mulyani sebagaimana dikutip dari laman Instagram @smindrawati.
Pertemuan dilakukan di sela-sela rangkaian Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) di SĂŁo Paulo – Brasil pada Kamis (29/02/2024) waktu setempat.
Lihat juga konten video, di sini:Â Gelar Silaturahmi Kebangsaan dengan 1.600 Muslimat NU dan Relawan Jatim, Prabowo Ucapkan Terima Kasih
Menkeu Sri Mulyani juga menyampaikan masukan terkait Pillar 1 dan Pillar 2 sehingga dapat mengakomodir terciptanya lingkungan yang lebih adil serta kerja sama yang lebih efektif dalam pengimplementasian Two-Pillar Solution.
Baca Juga:
Merawat Kesehatan Mental Lewat Goresan Pena dan Kebiasaan Menulis Harian yang Membebaskan Pikiran
Solusi Dua Pilar itu sendiri merupakan kebijakan yang disepakati negara-negara anggota OECD.
Guna memastikan Multinational Companies (MNC) membayar pajak yang adil di mana mereka beroperasi.
Serta mencegah MNC menghindari pajak dengan memindahkan keuntungan ke negara-negara dengan tarif pajak rendah.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada OECD yang telah mengakomodir OECD Economic Survey of Indonesia 2024.”
“Survei ini akan sangat membantu dalam memberikan analisis objektif dan komprehensif terhadap perekonomian Indonesia.”
“Dengan dua tema utama yaitu (i) digitalisasi dan (ii) transisi menuju perekonomian hijau,” tambahnya.
Baca Juga:
Seni Menjaga Kedamaian Pikiran di Tengah Derasnya Arus Informasi Media Sosial
Menumpahkan Beban Pikiran di Atas Kertas: Bagaimana Journaling Mengurai Benang Kusut Emosi Kita
Menkeu menyebut, Indonesia juga memberikan dukungan terhadap Inclusive Framework on Base Erosion Profit Shifting (BEPS) dalam rangka mereformasi kerangka pajak internasional.
“It was always a nice talk with you Mathias, appreciate it..!” tutupnya mengakhiri tulisan.***
Artikel di atas juga sudah diterbitkan portal berita nasional Mediaemiten.com
Sempatkan juga untuk membaca artikel menarik lainnya, di portal berita Poinnews.com dan Kilasnews.com












