HALLOPRESIDEN.COM – Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto mengatakan anak-anak Suku Dayak harus mendapatkan kehidupan yang layak, terutama dalam aspek pendidikan.
Pernyataan tersebut diungkap Prabowo merespons harapan yang dilontarkan ribuan Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pasukan Merah ditemuinya dalam Bahaupm Bide Bahana (Silaturahmi) di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (20/1/2024).
“Anak-anakmu, cucu-cucumu harus mendapat pendidikan yang sebaik-baiknya,” kata Prabowo.
Prabowo pun menyebut dirinya telah menempuh sejumlah cara untuk memperjuangkan hak anak-anak Dayak.
Salah satunya dengan meminta pertimbangan khusus bagi masyarakat Dayak dalam seleksi masuk TNI, saat melakukan rapat dengan Komisi I DPR RI.
Baca Juga:
Seni Menyusun Ritme Pagi Tanpa Tergesa untuk Menguasai Hari dengan Pikiran Jernih
Seni Mengatur Ritme Kerja dan Menemukan Keseimbangan Hidup di Tengah Kesibukan Urban
“Saya sebagai Menteri Pertahanan sudah bicara dengan Komisi I DPR yang mengurus pertahanan.”
“Waktu itu ada wakil dari Kalimantan minta untuk persyaratan masuk TNI supaya ada pertimbangan khusus untuk suku Dayak.”
“Dan saya sudah mengatakan bahwa saya mendukung permintaan itu,” jelas Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo juga mengatakan Pulau Kalimantan memiliki banyak kekayaan yang harus dirasakan oleh semua rakyatnya.
Baca Juga:
Seni Membedah Jadwal Kerja Tanpa Harus Mengorbankan Kesehatan Mental dan Kebahagiaan Pribadi
Seni Mengendalikan Ruang Digital demi Menjaga Ketenangan Jiwa di Tengah Keriuhan Maya
Strategi Menata Ulang Ritme Kerja dan Kehidupan Pribadi Tanpa Mengorbankan Kesehatan Mental
Ia pun mengatakan potensi itu harus dilestarikan agar berusia panjang.
“Agar tanah leluhur saudara selalu dijaga, dilindungi, saudara dan keluargamu harus menikmati keadlilan, harus menikmati kebaikan adat saudara,” tutur dia.
Bagi Prabowo, masyarakat Dayak selalu memiliki kemurnian hati untuk membela Tanah Air.
Ia juga menjelaskan pernah menjadi saksi betapa Suku Dayak mendedikasikan hidupnya untuk negara.
“Saya saksi sendiri, beberapa sukarelawan Dayak tanpa gaji, tanpa surat keputusan, tanpa pangkat, berjuang bersama TNI,” tuturnya.
“Berjuang bersama saya, sangat membantu saya, dan menyebabkan pasukan saya dinilai waktu sebagai pasukan tempur TNI yang terbaik,” pungkas dia.***










